Guru Nonton !

GURU KOK NONTON GURU ?

Oleh : Urip

Sewaktu sekolah dulu pernahkah melihat guru anda saat mengajar dilihat guru lain??? Kalau pernah seberapa sering? Saya yakin jarang… atau bahkan tidak pernahJika guru mengajar kemudian dilihat/diamati rekannya pasti ia enggan. Alasannya macam-macam, yang jelas merasa rikuh, tidak bebas mengajar, merasa diawasi, takut diketahui kelemahannya. Alasan yang pasti ada dalam diri guru seperti itu. Memang-nya kenapa punya alasan seperti itu?Jawabannya adalah belum terbiasa dan selama ini tidak ada budaya semacam itu. Atau memang benar guru tidak siap mengajar? Padahal jika sudah terbiasa kelak, maka guru-pun akan bisa membuat tradisi ilmiah muncul. Setidaknya telah melakukan pengamatan langsung. Selanjutnya tinggal dilakukan pengolahan informasi maka akan didapat hal-hal baru dalam penyampaian pengajaran di kelas. Jadilah rangkaian penelitian meskipun hasilnya tidak harus digeneralisasikan.Ide semacam ini jelas bukan-lah ide baru, di beberapa negara sudah biasa dilakukan, bahkan mungkin di sekolah-sekolah yang maju di Indonesia barangkali juga sudah dilakukan. Tapi keyakinan saya jumlahnya tidak-lah banyak. Mengapa tidak dilakukan saja, toh tidak diperlukan biaya tambahan. Yang diperlukan hanya pengaturan waktu saja, dan kemauan yang kuat antar guru serumpun. Bisa saja dilakukan antara sekolah agar sedikit ada penyegaran.Menurut saya dari pada diawasi pengawas resmi atau kepala sekolah (itupun jika ada) lebih baik diawasi rekannya sendiri. Karena perasaan tertekan agak longgar. Jika hal ini bisa berlangsung secara kontinyu maka kepengawasan dari seorang pengawas/kepala sekolah tidaklah diperlukan lagi. Toh selama ini memang pekerjaan pengawas sekolah sendiri tidak jelas. Yang bisa menggantikan kepengawasan itu menurut saya tidak juga kepala sekolah tetapi rekan sejawat dari guru itu.Ini yang akan benar-benar bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Karena seorang guru akan selalu terpacu untuk bisa memberikan terbaik buat anak didiknya, tidak sekedar nampang di depan rekan-rekannya semata. Dan yang penting jauh dari hal yg bersifat formalitas belaka. Gerakan semacam ini sebaiknya memang tidak perlu diharuskan sehingga jalannya akan wajar.Skenarionya adalah guru mengajar dilihat langsung oleh rekannya. Melihat/mengamati disini maksudnya adalah guru lain ikut masuk dalam kelas dengan duduk di bagian belakang. Atau bisa juga dengan cara direkam sehingga sang guru itu bisa melihat dirinya sendiri. Selanjutnya dikasih saran atau kritik setelah pelajaran usai. Tujuannya agar pengajaran berikutnya bisa lebih baik atau sekedar untuk instropeksi diri guru. Hanya saja terdapat kendala masalah waktu yang sering bersamaan antar guru serumpun sehingga niat itu sulit terlaksana. Oleh karena itu diperlukan perencanaan/pengaturan waktu mengajar yang tepat sehingga ada kesempatan untuk “guru nonton guru” itu.Dalam pikiran saya budaya untuk saling memberi semangat, memberi kritik, memberi saran harus sesegera mungkin dilakukan di kalangan guru. Selama ini kegiatan tersebut jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan oleh kebanyak guru di daerah saya (mungkin juga di Indonesia). Ini adalah pembiasaan yang saya yakini akan berdampak sangat positif, jauh dari kegiatan bersifat formalitas dengan menghamburkan uang rakyat.Kegiatan seperti itu paling banter biasanya dilakukan hanya jika ada kegiatan penataran guru, sepulang dari acara itu guru enggan melaksanakannya. Akibatnya banyak guru berpikir seperti hidup dalam tempurung, merasa dirinya sudah bagus, dan tidak mau berupayah seidikitpun untuk mencari kelemahannya dan sekalian memperbaiki diri.

About gurusmp5

suatu tempat yang baik untuk belajar dan mengajar
This entry was posted in Guru. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s