MEMBANGUN KARAKTER GURU/PENDIDIK

Pendidikan yang ditangani oleh guru yang berkarakter akan melahirkan generasi yang berkarakter di mana guru sebagai sentral pengamatan dan teladan bagi siswa didiknya. Karakter yang diperlihatkan dan diajarkan oleh guru akan tertanam di dalam memori siswa dan akan menjadi master watak dan perilaku dalam menjalani kehidupannya kelak

Masih teringat di dalam ingatan kita tentang berbagai masalah yang ditayangkan oleh berbagai media yang menyesakkan nafas kita. Kasus Century yang belum ada penyelesaiannya, kasus sisminbankum, dan terakhir kasus mafia pajak yang diaktori oleh Gayus yang hingga sekarang ini masih menjadi tanda tanya masyarakat.
Serangkaian masalah tadi jelas menjadikan manusia sebagai pemain utamanya. Permainan yang melibatkan orang-orang terdidik dan berpendidikan tersebut tentunya merupakan pola pendidikan kita sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Benarkah ada ruh yang hilang dalam pendidikan kita?
Kalau fenomena tersebut merupakan buah yang dipetik dari pohon pendidikan yang kita tanam beberapa tahun yang lalu maka persoalan yang menjadi sorotan adalah bagaimana pelaksanaan pendidikan dan bagaimana guru menjalankan fungsi-fungsinya dalam proses pembelajaran. Guru yang merupakan orang yang pertama dan utama dalam pendidikan harusnya menjadi orang yang menjadi pola bagi anak didiknya.
Mengajar, mendidik, dan melatih sebagai fungsi profesi guru merupakan fungsi strategis guru dalam melahirkan anak didik yang berkarakter.
Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak. Adapun berkarakter adalah  berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak.

Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti to mark atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.

Karakter Mulia
Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif. Selain itu mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir  positif.
Malahan harus disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul, dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut.
Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika, dan perilaku).
Merujuk dari definisi tentang karakter di atas maka seharusnya output pendidikan diharapkan dapat mengaktualisasikan nilai-nilai karakter yang dimaksud. Guru yang menjadi teladan bagi anak didiknya seyogyanya terlebih dahulu memahami dan memiliki karakter.
Pendidikan yang ditangani oleh guru yang berkarakter akan melahirkan generasi yang berkarakter di mana guru sebagai sentral pengamatan dan teladan bagi siswa didiknya. Karakter yang diperlihatkan dan diajarkan oleh guru akan tertanam di dalam memori siswa dan akan menjadi master watak dan perilaku dalam menjalani kehidupannya kelak.
Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).
Karakter Protetik

Dalam kehidupan bernegara untuk menuju masyarakat adil dan makmur maka pelaku dalam kehidupan ini dituntut untuk memiliki karakter mulai pejabat negara hingga yang lebih kecil termasuk guru. Karakter yang dimaksud adalah karakter kenabian/protetik (berjiwa agama) di mana karakter ini mengikuti karakter yang diberikan kepada para nabi yang tentunya telah digembleng dan dididik dengan berbagai ilmu dan pengalaman serta perjuangan.
Untuk memiliki karakter protetik maka ada 3 aspek utama dalam diri manusia (pelaku kehidupan) yang harus seimbang yaitu: hati, emosi, dan akal.
Sebagai seorang guru maka karakter protetik harus dihadirkan dalam diri setiap guru untuk melahirkan manusia yang berkarakter protetik yaitu: 1) Sadar sebagai khalifah di bumi ini yang mampu menyadari dan memahami keberadaan dirinya terhadap Tuhan YME serta alam sekitarnya.

2) Cinta Allah akan memunculkan kesadaran keberadaan Allah sehingga mereka selalu berbuat karena Allah dan selalu merasa diawasi oleh sang Pencipta.

3) Bermoral seperti jujur, adil, tidak sombong, dan lain sebagainya.

4) Pembelajar sejati artinya seorang guru akan selalu memncari dan menambah ilmunya guna ditransfer kepada siswanya dan bercita-cita untuk menjadi guru yang paripurna.

Pendidikan yang berkarakter yang dilakonkan oleh guru yang berkarakter akan melahirkan siswa yang berkarakter sehingga mencetak pelaku kenegaraan yang berkarakter pula dalam memberikan kontribusi kepada negara ini. Kemudian menciptakan negara yang berkarakter sehingga akan membentuk sistem yang berkarakter menuju negara yang kuat, adil dan sejahtera.**

http://id.search.wordpress.com

About gurusmp5

suatu tempat yang baik untuk belajar dan mengajar
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s