Generasi Menunduk

oleh : Bunda Yati

Begitu saja Generasi Menunduk menjadi judul postinganku kali ini. Hal ini disebabkan oleh kesibukan anak dan cucu ketika aku memasuki rumah sore tadi. Ucapan assalamu’alaikum dijawab tanpa memandang wajah siapa yang masuk, tetapi terus sibuk dengan aktifitasnya. Sang cucu dengan Galaxi Tab3-nya dan sang anak dengan Lumia-nya. Sore tadi tak ada acara cium tangan. Masya Allah, kemajuan teknologi yang mulai menghilangkan norma kesopanan atau norma-norma kebiasaan yang baik dalam keluargaku. Baru hari ini kenyataan itu terjadi pada diriku. Kecanggihan teknologi yang tidak memberikan celah sedetikpun untuk meletakkan gadget dan mencium tanganku. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi. Dan hanya terjadi, kebetulan, ketika mereka sibuk dengan aktifitasnya saja, hehehe….(ngeles dikit ah!).

Dalam hal memberikan fasilitas yang canggih kepada si buah hati, seperti handphone atau Ipad atau Galaxi Tab3, siapa yang harus disalahkan? Anak-anak yang merengek? Atau orangtua? Tapi orangtua yang bersangkutan pun nampaknya tidak mau kalah pamor dari orangtua anak-anak tetangga yang sudah lebih dahulu memiliki gadget tersebut. Apakah karena takut dikatakan ketinggalan jamankah? Merasa tidak se-level dengan mereka yang sudah memiliki gadget untuk anak-anak mereka? Bahkan orangtua sepertinya berlomba-lomba untuk memilikihandphone yang tercanggih. Handphone keluaran terkini. Pokoknya, semakin canggih handphone yang memiliki berbagai fasilitas yang menunjang kemudahan untuk browsing segala kebutuhan, semakin mantaplah aktifitas menunduk ini. Alamaaa…mau gimana lagi? Lha udah jamannya kalleee…jadi ya ikutan aja deh menunduk, biar gak boring, supaya gak kesel menghadapi atau berbicara dengan seseorang yang asyik menunduk.

Hal ini bukan saja terjadi di rumahku, tapi juga di angkot, di jalan-jalan, di Mall, bahkan ketika mengendarai motorpun aktifitas menunduk sering terjadi.Tidak sedikit kecelakaan yang terjadi karena aktifitas menunduk ini. Di Komplek Perumahan tempat anakku tinggal, bukan hal yang aneh lagi kalau setiap sore, Mbak-mbak, para pengasuh anak-anak sibuk dengan hapenya, menunduk dengan serius, tanpa peduli anak yang diasuhnya sudah ada dimana. Kemudian ketika tahu anaknya sudah jauh darinya, barulah si Mbak ter-birit-birit berlari dan berteriak: “Rioooo….jangan jauh-jauh donk mainnya. Gimana sih, kamu!” Lho! Malah anak yang disalahkan. Padahal yang diasuh sudah beberapa menit meninggalkan dirinya yang asik dengan hapenya.

Memang betul kalau ada yang bilang bahwa semakin canggih teknologi dengan berbagai macam merek hape, semakin banyak pengikut dan bergabung di grup generasi menunduk ini, hehehe…

Kemana pun kita pergi, sudah pasti banyak yang terlibat dengan generasi menunduk ini. Kalau dulu kita berjalan bisa berpapasan dengan seseorang, langsung menyapa, kini tidak lagi. Karena asyiknya menunduk, sehingga tidak tahu lagi siapa yang telah atau baru kita lewati.

Kalau dulu sebelum jaman secanggih sekarang, masih ada juga ucapan selamat ulang tahun berupa sebuah kartu yang akan menjadi kenang-kenangan. Tapi semakin maju dunia teknologi, semakin kita harus menerima ucapan itu via SMS saja. Sudah pasti mengirimkan SMSnyapengirim pun sambil menunduk tuh, qiqiqiiii… Tidak ada cipika cipiki-nya, tidak ada peluk sayang antar teman, saudara. Semua mempunyai alasan yang satu: “Sibuk”. Jadi cukup dengan menunduk saja sampailah ucapan selamat ultah itu. Titik.

About gurusmp5

suatu tempat yang baik untuk belajar dan mengajar
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s