Menyenangkan Belajar Matematika Ala Guru Eko

Liputan6.com, Purworejo : Tak sedikit siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Namun semua itu berubah dengan metode belajar versi Juli Eko Sarwono, guru matematika di SMP Negeri 19 Purworejo, Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Pak Eko ini mampu mengembangkan metode pengajaran matematika kontekstual.

Pantauan SCTV, belum lama ini, suasana belajar di ruang kelas tampak seperti pesta ulang tahun. Tak terkesan kaku atau sunyi seperti ruang kelas pada umumnya.

Pak Eko mulai mengajarkan matematika menggunakan alat-alat peraga secara langsung. Metode ini bertujuan memudahkan para siswa memahami rumus-rumus matematika. Misalnya memasukkan sepeda motor di kelas ketika siswa belajar mengenai rumus-rumus lingkaran atau menggunakan boneka jaelangkung ketika ingin mengajarkan tentang kemiringan garis.

Lalu agar suasana kelas tak membosankan, mata pelajaran matematika ia padukan dengan permainan edukatif. Hal itu berlangsung baik di dalam dan di luar kelas agar siswanya dapat memahami rumus-rumus matematika. Banyak siswa menyenangi metode yang diajarkan Pak Eko.

Pria berusia 50 tahun ini juga tak segan-segan memberikan hadiah kepada siswa yang menjawab dengan benar setiap pertanyaan. Selain itu ia juga memberi tugas kepada siswanya agar memanfaatkan barang-barang bekas menjadi alat peraga matematika.

Semua hasil karya siswanya dikumpulkan Pak Eko dalam sebuah laboratorium matematika di sekolahnya. Selain itu karya siswa sering dipamerkan di berbagai event, baik di sekolah maupun luar sekolah.

Awalnya ia sempat dikira sebagai guru gila karena pola mengajarnya yang tidak seperti umumnya. Tapi anggapan miring tersebut ia buktikan dengan meningkatnya nilai siswa untuk pelajaran matematika di sekolahnya.

Hasilnya pun cukup memuaskan. Berkat metodenya itu, Pak Eko menjadi guru favorit se-Kabupaten Purworejo. Dia kerap diundang menjadi narasumber di berbagai seminar pendidikan yang diadakan instansi baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu Pak Eko juga menularkan metode pengajaran matematika konseptual kepada guru-guru di sekolah lain di daerahnya. Di lingkungan rumahya, ia pun memberikan les matematika kepada anak-anak secara gratis.

Sosok Pak Eko sekarang sangat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Dia dahulu dikenal sebagai guru yang galak dan disiplin ketika mengajar matematika sehingga ditakuti siswa. Belakangan Pak Eko menyadari cara tersebut tidaklah efektif. Ia lalu mengubah citra dirinya menjadi guru yang disenangi siswa.

Segudang prestasi Pak Eko di dunia pendidikan, berbanding terbalik dengan kehidupan sehari-hari. Karena hanya lulusan sekolah pendidikan guru, ia belum mendapatkan sertifikasi.

Sehingga belum mendapatkan tambahan tunjangan untuk mencukupi kebutuhan istri dan 4 orang anaknya. Buat menambah penghasilan, selesai mengajar ia pulang ke rumahnya di Magelang, Jateng, berjarak 30 kilometer dari sekolah. Di sana Pak Eko berjualan bakso. Ia mendorong gerobak bakso berkeliling dari satu kampung ke kampung lain dari sore hingga malam.

Tapi ia bangga dengan kehidupannya. Dengan berjualan bakso, ia mendapatkan penghasilan yang lebih. Bahkan Pak Eko dapat menyumbangkan sedikit penghasilannya untuk kepentingan pelajaran matematika di sekolahnya. Mimpinya adalah agar pelajaran matematika dapat dicintai semua masyarakat.(Ais)

About gurusmp5

suatu tempat yang baik untuk belajar dan mengajar
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s